TINDAKAN PLAGIARISME PADA KARYA ILMIAH
TINDAKAN PLAGIARISME PADA KARYA ILMIAH
Alifia Isni
Nursanti
STr Keperawatan
Lawang
isnialifia@gmail.com
Pendahuluan
Plagiarisme semakin banyak dilakukan oleh para
pelajar. Secara sengaja maupun tidak sengaja dengan tidak mencantumkan
identitas penulis asli saat menyalin atau mengambil sebgaian ide dari oran
lain. Orang yang melakukan plagiasi disebut plagiator. Ada batasan sendiri
untuk menilai seseorang tersebut melakukan plagiasi atau tidak. Tindakan plagiasi sendiri ada beberapa jenis.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan kegiatan plagiasi. Untuk
mengantisipasi adanya tindak plagiasi, kini internet menyediakan alat untuk
mendeteksi adanya tindak plagiasi atau tidak pada karya ilmiah seseorang.
Pembahasan
Plagiasi menurut Purnawan (2017:37) diartikan
tindakan berperilaku ilmiah yang tidak jujur, mengambil sebagian atau seluruh dari
karya atau pemikiran atau ide milik orang lain untuk keperluan sendiri. Jenis plagiarisme
ada tiga. Ada plagiarisme total, yaitu tindakan seseorang yang mengambil atau
mencuri secara keseluruhan karya milik orang lain dan menganggap karya itu
milik sendiri. Selanjutnya, ada plagiarisme parsial, yaitu tindakan seseorang
yang mengambil atau mencuri sebagian hasil karya orang lain dan dianggap
menjadi milik sendiri. Terakhir, ada self plagiarisme, yaitu tindakan plagiasi
sebagian atau seluruhnya karya sendiri yang dilakukan oleh dirinya sendiri
(Lako, 2012).
Batasan dari plagiarisme yaitu tidak mencantumkan
identitas sumber, maka untuk menghindari plagiasi, harus mencantumkan pendapat
orang lain atau ide beserta identitasnya (Istiana, 2013:6). Menurut Widyartono
(2015:7), ada tiga hal yang menyebabkan adanya tindakan plagiasi. Yang pertama,
kegiatan menyalin tanpa disertai sumber, dan tidak tahu cara mengoilah
referensi. Kedua, tidak menyertakan daftar isi setalah mengambil atau menyalin
ide atau pendapat orang lain. Ketiga, pengakuan karya orang lain untuk diri
sendiri dengan sengaja. Plagiarisme dapat diantisipasi dengan IPTEK yang
berkembang. Menurut Aziz, Irhandayaningsih, dan Kurniawan (2015:11) teknologi
informasi juga berperan dalam mengurangi plagiarisme dengan cara adanhya
software berbayar anti plagiarisme.
Daftar
Rujukan
Adrianto. (2003). Diambil
kembali dari http://eprints.undip.ac.id/12302/1/2003PPDS664.pdf
Aziz,
L. A., Irhandayaningsih, A., & Kurniawan, A. T. (2015). UPAYA
PERPUSTAKAAN DALAM MENGURANGI PLAGIARISME PADA KARYA ILMIAH MAHASISWA. Jurnal
Ilmu Perpustakaan , 11.
Istiana, P. (2013, May 14).
PERPUSTAKAAN DAN PLAGIARISME. hal. 6.
Lako,
A. (2012, Juni 25). Dipetik Oktober 8, 2018, dari Google Scholar: https://storage.kopertis6.or.id/kelembagaan/ARTIKEL%20PLAGIARISME%20AKADEMIK1.pdf
Widyartono,
D. (2015). PANDUAN MENULIS KARYA ILMIAH DI PERGURUAN TINGGI . Malang:
Universitas Negeri Malang.
Komentar
Posting Komentar